Berita Hawzah – Ribuan aktivis hak sipil, pemimpin kulit hitam, dan demonstran di Amerika Serikat menggelar aksi besar di kota Montgomery, ibu kota negara bagian Alabama, untuk memprotes pembatasan hak pilih warga kulit hitam serta perubahan daerah pemilihan.
Aksi ini digelar setelah keputusan terbaru Mahkamah Agung Amerika Serikat yang melemahkan sebagian perlindungan utama dalam Undang-Undang Hak Pilih; langkah yang menurut para kritikus membuka jalan bagi berkurangnya pengaruh politik pemilih kulit hitam.
Para demonstran menuduh negara bagian yang dikuasai Partai Republik melakukan upaya mengurangi kekuatan suara komunitas kulit hitam melalui penggambaran ulang peta daerah pemilihan menjelang pemilu mendatang.
Baca juga:
Turki: Asia Barat Kini Telah Berubah Menjadi Geografi Para Pahlawan
Pawai protes ini dimulai dari kota bersejarah Selma, lokasi peristiwa terkenal “Bloody Sunday” pada tahun 1965, dan berlanjut hingga gedung legislatif negara bagian Alabama.
Senator Demokrat AS Cory Booker, yang hadir dalam aksi tersebut, mengatakan: “Montgomery adalah tanah suci gerakan hak sipil, dan kami tidak akan membiarkan negara ini kembali ke era Jim Crow.”
Para aktivis hak sipil menyatakan bahwa perubahan baru dalam distrik pemilihan merupakan upaya untuk melemahkan suara komunitas kulit hitam di Amerika Serikat, serta bentuk kemunduran menuju kebijakan diskriminatif rasial, yang kekhawatirannya meningkat setelah keputusan-keputusan terbaru Mahkamah Agung AS.
Komentar Anda